GAK Kembali Erupsi 10 Hari Terakhir Ramadan, Tinggi Asap Capai 1.657 Meter

INFOSOSIAL.ID–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas erupsi vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali erupsi di 10 hari terakhir Ramadhan menjelang sahur pada hari ini, Jumat, (22/4/22)

Visual dari CCTV pada malam hari teramati letusan strombolian menerus dengan tinggi lk. 50-200 m. Berawal pada malam hari dari pukul 19:38 wib di pos pemantau terdengar sesekali suara gemuruh letusan.

Kemudian, erupsi Gunung Anak Krakatau diketahui terjadi pada pukul 2.37 WIB dini hari.

Polri Kolaborasi Kemenag dan PBNU Gelar 1 Juta Vaksinasi Booster

Kolom abu yang teramati usai Gunung Anak Krakatau meletus tingginya mencapai 1.500 meter di atas puncak atau sekira 1.657 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan Gunung Anak Krakatau dari pos pemantau gunung api pada tanggal 22 april 2022 pukul 00:00-24:00 WIB, teramati 8 kali letusan dan warna asap putih, kelabu, dan hitam. Visual CCTV teramati asap putih kelabu hitam tebal tinggi lk. 500-1500 m.

Dilaporkan, kolom abu yang teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

Kapolda Lampung :4008 Personel Gabungan Amankan Arus Mudik di Lampung

Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Deny Mardiono melalui laman magma.esdm.go.id menyampaikan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 45 detik.

Saat terjadi letusan Gunung Api Anak Krakatau dikabarkan tidak terdengar suara dentuman.

Sebelumnya, letusan pada H-10 Idul Fitri terjadi pukul 1.45 WIB dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 600 meter dari atas puncak.

Kolom abu yang teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada pukul 1.45 WIB juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimu 30 mm dan durasi 48 detik.

Pada pukul 00.49 WIB, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak.

Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi 79 detik.

Tak hanya itu, pada 21 April 2022, Gunung Api Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 6.23 WIB.

Kolom abu yang teramati saat erupsi pada hari Kamis itu tingginya mencapai 800 meter di atas puncak atau sekira 957 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intesitas tebal ke arah timur.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 75 detik.

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Level II (Waspada) sehingga diimbau masyarakat tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah. [Hnf]