Guru Tanpa Gaji Sebab SK dari Tahun 2021 Tak Terbit ‘Ngadu’ ke DPRD Kota Lampung

 

 

INFOSOSIAL.ID–Sejumlah perwakilan para Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengadukan nasibnya ke Komisi IV DPRD kota Bandarlampung. Selasa (31/5/22).

Para guru PPPK menuntut dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) 2021 yang tak kunjung diberikan melalui Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Bandarlampung.

Salah satu Guru PPPK Disdik Kota Bandarlampung yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan jika dirinya merasakan kesulitan ekonomi pasalnya harus mengajar tanpa digaji selama ini.

“Saat ini saya rasakan sendiri, saya tidak digaji dari kepala sekolah saya karena saya keterima P3K, saya di nonjobkan tapi saya tetap harus datang ke sekolah seperti kerja Romusha. Dan saya juga merasa kecewa dengan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung terkesan memperlambat mengurus SK kami,” ucapnya.

Polisi ‘Dor’ Spesialis Curanmor di 8 TKP Berbeda di 4 Kabupaten Wilayah Lampung

Para guru yang sering disebut pahlawan tanpa tanda jasa ini mengharapkan persoalan ini dapat ditangani oleh wakil rakyat dengan cepat sebagai perwakilan para rakyat.

“Semoga Dewan yang terhormat ini dapat menyelesaikan persoalan ini dengan cepat, hingga tidak berlarut – larut,” ungkapnya.

Sejumlah tenaga pengajar dari Dinas Pendidikan mengadukan nasibnya DPRD Kota Bandarlampung.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung Rizaldi Adrian mengatakan pihaknya bersama anggota DPRD lainnya siap meneruskan aspirasi para guru PPPK.

Petugas Kebersihan Pemkot Bandarlampung Gelar Aksi Tuntut Gaji Dapatkan Intimidasi

“Kami sebagai wakil rakyat, Insya Allah bakal perjuangkan hak – hak para guru, karena saya pahami bagaimana pun itu adalah hak mereka yang harus diberikan,” kata Rizaldi saat di ruang lobi DPRD Kota Bandar Lampung.

Untuk itu, Rizaldi menyampaikan para guru ini merupakan garda terdepan dalam pendidikan, maka dari itu dirinya akan melanjutkan pembicaraan ini ke Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung.

“Sebetulnya persoalan ini sudah lama, tapi memang kami sudah melakukan pembicaraan kepada pihak – pihak terkait dan memang akan ditindak lanjuti dan kedepan kami akan bicarakan kepada dinas pendidikan kota Bandar Lampung,” pungkasnya (Tim).