Pelayanan Rumah Sakit Hermina Bandarlampung Dikeluhkan Keluarga Pasien

INFOSOSIAL.ID- Ari salah seorang keluarga pasien merasa kecewa dan menilai tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada pihak pasien di rumah sakit Hermina, Kecamatan Enggal, Bandarlampung.

Pasalnya, Ari menuturkan pihak rumah sakit mengabaikan kesehatan pasien yang masih dalam kondisi sakit dengan melepas alat kateter dan selang infus ditubuh pasien tanpa diketahui pihak keluarga.

“Ayah saya masuk pada hari Senin (9/5) karena diabetnya tinggi, dan pada Rabu (11/5) pagi pihak perawat melepas kateter dan selang di tubuh ayah saya tanpa terlebih dahulu menghubungi saya sebagai keluarga, alasan perawat disuruh oleh Dokter Dobi karena kondisi ayah saya sudah stabil,” ujar Ari, seraya mengatakan pihaknya menggunakan BPJS kelas I yang dinaikan menjadi VIP.

Danramil Mayor Yudi Nugroho: Agar Babinsa Jadi Inspirasi dan Contoh Bagi Masyarakat

Ari merasa kaget dirinya dihubungi oleh keluarga yang lain lantaran alat yang melekat di tubuh ayahnya M Damsyik Ujang dilepas, Ari pun bergegas menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Ari menanyakan alasan dilepasnya alat kateter dan selang infus kepada perawat dan anehnya jawaban perawat berbeda pada saat ditelpon.

“Saat ditemui, alasan mereka pasien mau diobservasi sehingga alat harus dilepas. Jawaban perawat berbeda pada saat komunikasi lewat telpon. Ini kan aneh, dan kenapa mereka maen lepas alat tanpa memberitahukan keluarga pasien dan seolah disuruh pulang padahal pada malamnya gula ayah saya tinggi,” bebernya.

Ramai yang Datang Hantarkan Helmi ke Peristirahatan Terakhirnya

Dengan kondisi ayahnya yang sudah tanpa alat dan terlihat melemah kemudian Ari pun tanpa berpikir dua kali segera memindahkan ayahnya ke rumah sakit lain guna mendapat pelayanan kesehatan yang lebih profesional.

“Saya sempat dihubungi oleh pihak rumah sakit, oleh Bu Evi bagian pelayanan tapi saya sudah kesal dengan tindakan pihak rumah sakit yang saya nilai sangat tidak profesional, buat apa saya bertahan di rumah sakit tersebut, ayah saya disuruh pulang, alatnya aja sudah dilepas semau mereka,” pungkasnya dengan nada kesal.

Sementara, pihak RS Hermina Bandarlampung belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. [Hnf]