Pengunjung Kafe Tokyo Space Lampung Bertikai, Korban Tewas Anggota TNI

INFOSOSIAL.ID- Pengunjung kafe diduga terlibat pertikaian hingga jatuh korban meninggal dunia di Jalan KS Tubun, Rawalaut, Enggal, Bandarlampung, Minggu (15/5/2022) dini hari.

Warga sekitar kafe bernama Abdul mengatakan satu korbannya meninggal dunia setelah mengalami luka akibat senjata tajam.

Dikatakannya, keributan terjadi saat kondisi kafe masih ramai pengunjung.

73,8 Persen Masyarakat Puas Penyelenggaraan Mudik dari Presiden dan Polri

“Tadi malam saya dapat kabar ada ribut di kafe ini, tapi gak tahu kalau sampai ada yang tewas,” kata Abdul, dikutip dari Tribunlampung, 15/05/22.

Dirinya mengaku, baru mengetahui ada korban jiwa dalam keributan tersebut, setelah aparat kepolisian ramai mendatangi lokasi kejadian.

“Tahunya baru pagi ini, saya lihat tadi banyak anggota Polisi sama pake seragam TNI,” kata Abdul.

Berdasarkan informasi dihimpun, korban merupakan anggota TNI berpangkat Prada dengan inisial AAS.

BPK RI Sebut 6 Temuan, Gubernur Lampung: Kami Tindaklanjuti Demi Perbaikan ke Depan

Sebelum tewas, korban terlebih dahulu dilarikan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan medis.

Korban diduga meninggal dunia saat diperjalanan menuju rumah sakit, akibat di bagian dada sebelah kiri.

Saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden tewasnya pengunjung kafe tersebut.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana membenarkan bahwa korban merupakan seorang anggota TNI.

“Iya benar,” kata Devi.

Dikatakan olehnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta berupaya mengumpulkan barang bukti dari sekitar lokasi kejadian.

“Pendalaman saksi saksi, olah TKP dan proses pengumpulan barang bukti,” ucap Devi.

Dirinya belum dapat menjelaskan secara detil kejadian keributan yang mengakibatkan seorang tewas. Karena masih dalam penyelidikan.

“Untuk perkembangan nya belum bisa kami sampaikan, karena masih dalam proses pengembangan,” ujarnya.

Pekik Perjuangan Buruh dari Kapolri Saat Puncak Peringatan May Day

Menurutnya, kejadian keributan tersebut diduga terjadi pada sekira pukul 01.30 WIB.

Pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. Ada 4 orang saksi di lokasi kejadian yang dimintai keterangan.

“Ada empat orang saksi dari lokasi kejadian kita bawa ke Polresta, untuk diperiksa dan dimintai keterangan,” terang Devi. (Red)